Kamis, 15 Mei 2014
Kenangan Hidup dan Pelajaran Hidup
PART 1 :D
Benar2 sepi disini.Hanya suara musik yang ku dengar diruangan ini. Ketika ku buka pintu benar2 tidak ada orang. Hanya aku seorang diri. Tak ku temukan seseorang untuk diganggu atau diajak bercerita..
Aku bertanya dimana satpam,,dan dia malah tidur diruangan IGD.Aku benar2 sendiri dilorong ini. Astagaaa.. tak ku sangka seorang analis akan seperti ini..Ku ingat lagi berapa tahun dulu, ibuku nyaranin aku untuk nyoba di STAKPNyang di Tarutung yang bakalan jadi Guru Agama. Ku tolak dengan menyebutkan banyak alasan..Aku kecewa dengan mereka saat itu karena ketika test SNMPTN mereka melarangku dengan amat sangat untuk tidak mengambil Jurusan Bahasa Jerman.. Tapi yang menjadi alasan paling kuat aku menolaknya dengan mengatakan bahwa aku tak punya profil/karakter apapun untuk menjadi guru Agama (dalam bahasa Batak).Sekarang sudah berapa tahun dalam masa2 itu, ku pikirkan bila aku jadi mengambil Guru Agama mungkin sekarang aku masih sibuk dengan Tugas Akhir dan bakalan berstatus sebagai Guru Agama dan mungkin bila aku jadi guru Agama aku bakalan tidak disukai (hahahahhaa aku tak pernah menyukai guru Agama samapi aku SMA karena menurutku tidak sesuai dengan profil mereka dan inilah yang jadi latar belakang dari penolakan itu). Dan mengenai bahasa Jerman mungkin sekarang aku juga bakalan sibuk dengan TA dan mungkin Deutsch-ku sudah selancar yang ku harapkan.
Dan lihatlah diriku sekarang. Berada diruangan yang biasanya terdingin dibagian Rumah Sakit. Seorang Teknisi Kesehatan Laboratorium yang selalu berada diruangan sampai jam kerja selesai. Bila tidak ada kata "sampling" atau dalam artian bukan analisnya yang bertugas sebagai sampling mungkin benar2 kami tidak akan diketahui orang siapa dan apa yang dikerjakan..Ku ingat kedua orang tuaku hanya akan menijinkan aku untuk kuliah bila aku masuk ke negeri. Asli tak pernah terpikir buat masuk kesehatan yang harus menjumpai bnayk pasien yang berbagai macam keadaan yang selalu menyayat hati hingga rasanya sangat sakit. Ketika ku iyakan untuk berusaha masuk ke PTN, aku berpikir untuk mengambil keluar dari Medan tapi lagi2 orang tuaku tak mengijinkan dan mereka mengatakan untuk tetap mengambil PTN di Medan saja. Sammpi sekarang inilah yang selalu memberatkan,,aku tak bisa kemana2 selain stay always in Medan bahkan walaupun aku sudah berumur 20-an tetap tak diijinkan.
####AKU AKAN MELANJUTKANNYA LAGI. TUNGGU YAA !!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar