Minggu, 13 Juli 2014

Whoever says, "I love God," but hates another believer is a liar. People who don't love other believers, whom they have seen, can't love God, whom they have not seen..

(Sing) Heal my heart and make it clear..
Open up my eyes to the things unseen..
Show me how to love like You have loved me..
Break my heart for what breaks yours..
Everything i am for Your Kingdom's cause..
As i walk from earth into eternity..

Jika disana ada banyak kesedihan..
Setiap hati akan ikut sedih..
Jika semua orang bisa mengungkapkan isi hati..
Setiap hati akan bisa merasakan kebahagiaan..
Aku di hantui oleh gelap malam tiada akhir..
Jadi aku berdoa dan menutup mata..
Terus menerus mengulang waktu..
Kita semua mencari cinta sejati..
Karena kita ingin menjadi lebih kuat..
Kita mencarinya sampai begitu jauh dalm perjalanan hidup ini..
Terus menerus mengulang waktu..
Kita mengetahui untuk apa kita hidup..
Untuk memulai kebahagiaan mulai saat malam hingga esok hari dan seterusnya....

Ada sebuah kata yang sudah tumbuh di dalam hati ini. Banyaknya masalah yang sudah terjadi di dalam hidup ini kata itulah yang selalu menguatkan. KASIH. Itu adalah kata yang ada dan akan selalu ada di dalam hati ini.. Kata itulah yang selalu memberi kekuatan untuk dapat terus bertahan menghadapi segala kehidupan ini.. Dan DIA yang telah memberikannya di dalam hati adalah Pribadi yang begitu ku kagumi dalam hidupku. Hidupku menjadi berarti ketika kuarahkan pandanganku pada-NYA. DIA yang selalu menantiku dikala aku berjalan tidak dijalan-NYA, tangan-NYA yang selalu meopang dikala aku ingin berlari dari-NYA. Cinta seperti itu tidak akan tergantikan dengan apapun juga. Dan cinta-Nya itu telah melekat erat di dalam hati ini. DIA menghajarku ketika aku lari dari ajaran-NYA, DIA yang mengetahui tentang segala sesuatu dalam hidupku, berapa banyak air mata yang keluar dan seperti apa diriku DIA sungguh mengetahuinya. Walaupun terkadang aku marah dan kesal akan semua jalan – jalan-NYA , DIA tetap mencintaiku dan selalu mengajariku untuk dapat mengerti. Melewati semua kehidupan ini DIA tetap bersamaku. Ketika DIA menyetakan cinta-NYA padaku, aku mengenali siapa diriku, ketika aku tidak ingin turut akan kehendak-NYA DIA memberikan kegelisahan di dalam hati ini. Ketika aku ingin menduakannya mataku dibuka-NYA untuk melihat semua yang DIA lakukan dalam hidupku..Menantiku seperti seorang ibu menantikan anak kecilnya yang sedang belajar berjalan mengarah padanya untuk dapat di pangku. Begitulah aku pada-Nya. DIA adalah cinta pertamaku...  Jika kalian bertanya siapa cinta pertamaku, inilah jawabanku.. Dan jika kalian bertanya siapa TH-ku? Cinta keduaku bahkan belum dimulai... Hehehehe

Bagaimana denganmu?? Apakah engkau memiliki cinta pertama? Seperti apa dia bagimu??

(Sing) Ho do naeng ihuthon on ku
AleT uhan ale Jesus
Ai malua jala taruli ahu
dung hu pajonok tu lambung-Mi...
Nang disan gok hinauli
Dohot angka bunga-bungai
Dang na boi be ganggu ahu tahe
Ho nama hu pillit dalanki...

Alani togihon ahu Tuhan
Patuduhon dalan-Mi  tu ahu
Unang be pasombu lilu ahu
Sai togu ahu jonok tu Ho

#Catatan Eki chan(ssi)..Minggu, 13 Juli 2014
J

Kamis, 15 Mei 2014

Kenangan Hidup dan Pelajaran Hidup


PART 1 :D

Benar2 sepi disini.Hanya suara musik yang ku dengar diruangan ini. Ketika ku buka pintu benar2 tidak ada orang. Hanya aku seorang diri. Tak ku temukan seseorang untuk diganggu atau diajak bercerita..


Aku bertanya dimana satpam,,dan dia malah tidur diruangan IGD.Aku benar2 sendiri dilorong ini. Astagaaa.. tak ku sangka seorang analis akan seperti ini..Ku ingat lagi berapa tahun dulu, ibuku nyaranin aku untuk nyoba di STAKPNyang di Tarutung yang bakalan jadi Guru Agama. Ku tolak dengan menyebutkan banyak alasan..Aku kecewa dengan mereka saat itu karena ketika test SNMPTN mereka melarangku dengan amat sangat untuk tidak mengambil Jurusan Bahasa Jerman.. Tapi yang menjadi alasan paling kuat aku menolaknya dengan mengatakan bahwa aku tak punya profil/karakter apapun untuk menjadi guru Agama (dalam bahasa Batak).Sekarang sudah berapa tahun dalam masa2 itu, ku pikirkan bila aku jadi mengambil Guru Agama mungkin sekarang aku masih sibuk dengan Tugas Akhir dan bakalan berstatus sebagai Guru Agama dan mungkin bila aku jadi guru Agama aku bakalan tidak disukai (hahahahhaa aku tak pernah menyukai guru Agama samapi aku SMA karena menurutku tidak sesuai dengan profil mereka dan inilah yang jadi latar belakang dari penolakan itu). Dan mengenai bahasa Jerman mungkin sekarang aku juga bakalan sibuk dengan TA dan mungkin Deutsch-ku sudah selancar yang ku harapkan.


Dan lihatlah diriku sekarang. Berada diruangan yang biasanya terdingin dibagian Rumah Sakit. Seorang Teknisi Kesehatan Laboratorium yang selalu berada diruangan sampai jam kerja selesai. Bila tidak ada kata "sampling" atau dalam artian bukan analisnya yang bertugas sebagai sampling mungkin benar2 kami tidak akan diketahui orang siapa dan apa yang dikerjakan..Ku ingat kedua orang tuaku hanya akan menijinkan aku untuk kuliah bila aku masuk ke negeri. Asli tak pernah terpikir buat masuk kesehatan yang harus menjumpai bnayk pasien yang berbagai macam keadaan yang selalu menyayat hati hingga rasanya sangat sakit. Ketika ku iyakan untuk berusaha masuk ke PTN, aku berpikir untuk mengambil keluar dari Medan tapi lagi2 orang tuaku tak mengijinkan dan mereka mengatakan untuk tetap mengambil PTN di Medan saja. Sammpi sekarang inilah yang selalu memberatkan,,aku tak bisa kemana2 selain stay always in Medan bahkan walaupun aku sudah berumur 20-an tetap tak diijinkan.


####AKU AKAN MELANJUTKANNYA LAGI. TUNGGU YAA !!!

Jumat, 11 April 2014

Genggaman Terlepas

Bukan hal yang aneh ketika suatu hal yang kita ingin lakukan, yang kita inginkan, yang kita impikan akhirnya kita lepaskan untuk pergi atau tak dapat diraih karena terhalang oleh beberapa faktor dan akhirnya membuat kita kecewa, sedih dan ingin marah pada sesuatu, seseorang, tapi terkadang tidak tahu terhadap apa kita sebenarnya akan marah. Atau mungkin marah pada diri sendiri. Menangis adalah hal yang selalu membuatku tenang ketika dalam kondisi seperti itu. Inilah yang ku alami hari terakhir ini sebelum mem-post tulisan ini.
kerinduanku adalah melanjutkan sekolah ku dengna mendapatkan beasiswa dan beasiswa itu pun adanya di luar Indonesia. Taiwan, iyaa itulah tempat dimana aku ingin melanjutkan studi ku.
Selama 2 minggu terakhir ku persiapkan segala berkas yang dibutuhkan, aku mencari informasi kesana kemari, mencari tempat untuk test Toefl, mempersiapkan uang untuk biaya test Toefl tersebut, sudah ku cari tau informasi Prof di Universitas Taiwan yang ingin ku tuju dan bahkan sudah menanyakan ke pembimbing beasiswa gimana bentuk e-mail yang akan dikirim dan ada juga yang telah ku siapkan sebelumnya, sudah ku ketik berkas Study Plan, CV berbentuk autobiograpi, surat rekomendasi untuk kampus asal dan semuanya itu dalam bentuk bahasa Inggris. Ku habiskan banyak waktu ku disana mempersiapkan segala sesuatunya.
Aku juga begitu semangat untuk mengajak temanku untuk ikut serta dan dia sudah mendapat ijin dari kedua orang tuanya.

Semalam, 10 April 2014 adalah waktu yang sudah ku siapkan untuk memberitahu kedua orang tuaku akan hal itu. Denagn penuh semangat ku telepon dan begitu banayk pembicaraan sebelum inti pembicaraan.
Percakapan pun menjadi hening ketika ku beritahu kerinduanku, di dalm hati aku sudah berpikir tidak akan di ijinkan. Ibuku yang bicara, sementara ayahku hanya menyahuti disamping ibuku dan mengeluh akan kakinya yang kambuh lagi.
Ku tahan air mata ku selama ibuku bicara dan ku tau beliau sudah tahu bahwa aku sudah menangis. Hal yang paling membuat hatiku sakit adalah adalh ketika ibuku bilang "bukan kami tak mau kamu melanjut kuliah, Taiwan sangat jauh bahkan abang mu pun ada di Papua sebenarnya gak akan ku ijnkan untuk tetap disana dalam waktu yang lama. Kamu anak paling kecil, kalian cuma empat orang, abang mu yang pertama pun tak akur dengan kami, jadi siapa nanti yang akan menjaga kami? kami sudah tua, bahkan kamu lihatnya bahwa kami sudah sakit - sakit, aku tak yakin lagi bahwa dalam setahun ini akan bisa terlewati(ini posisi yang paling menyedihkan, menyayat hati). Kalau kamu pergi, sama siapa kami akan mengadu? jadi tidak usah pergi dan tenangkanlah hatimu".

Ku pikirkan kembali akan kondisi keluarga ku yang belum ada baiknya, aku mengerti dan sangat mengerti kenapa mereka melarangku. Inilah yang selalu ku pikirkan dan membuatku terkadang menyesali keberadaanku sebagai anak paling bungsu. Diantara semua saudara ku mungkin aku yang selalu mempunyai niat untuk belajar dan besar kerinduanku untuk melanjutkan segala hal yang ku rindukan dan sering kali terhalang oleh keluargaku. Aku menerima alasan mereka tidak mengijinkanku, karena sebelum ku persiapkan segala hal untuk beasiswa itu hal itu juga yang sudah terpikirkan di kepalaku. Tapi aku meyakinkan diri bahwa mereka pasti baik - baik saja dan akan menyetujuinya karena pasti mereka akan bangga bila aku mendapatkan beasiswa.

Hal yang begitu kuat ku genggam harus ku lepaskan juga. Selama aku menangis banayk hal yang datang di pikiranku, bahakn pikiran negatif pun bermunculan dan semakin membuatku menangis. Aku menangis dan menangis. Aku marah pada-Nya dan ingin sekali menceritakan segala hal yang ku rasakan malam itu pada orang lain. Aku melihat semua daftar kontak yang ada di Hp-ku dan tak ku temukan seorangpun untukku yang tepat dalam berbagi. Dalam hati ku tau sebenarnya kemana aku tepatnya mengadu tapi aku tak ingin datang pada-Nya karna rasa kecewa sudah memenuhi hatiku. Bahkan saat seperti ini pun tak ada orang yang bisa ku hubungi, pikirku. Karena capek menangis, akhirnya aku tertidur. Kira2 jam setengah 3 pagi aku terbangun dan aku kembali menangis karena langsung teringat apa yang baru saja terjadi. Ku lihat tumpukan kertas yang telah ku siapkan, aku ingin membakarnya tapi tak ku lakukan.

Tuhan, kenapa jawabannya tidak, aku merindukan hal ini begitu lama. Kenapa tidak Engkau ijinkan orang tuakau untuk pulih total dari rasa sakit mereka dan mengijinkan aku untuk melanjutkan studi ku? Isakku dalam tangisanku.
Banyak hal yang ingin ku keluhkan tapi semuanya itu ku tahan karna ku tau tak akan memperbaiki keadaan, akhirnya aku hanya menangis, menangis dan menangis.

Bunyi alarm membuatku terbangun untuk saat teduh seperti biasanya, ku matikan dan tak bisa ku buka mataku. Aku bangun dan melihat ke kaca. mataku bengkak dengan hebatnya dan melihat bola mataku hampir tak terlihat. Aku tak melakukan kebutuhan rohani ku pagi itu, aku mengambil air untuk mengkompres mataku karna ku pikir tak akan mambawa ini kekerjaan. Kebaktian di tempat kerja yang diadakan tiap hari pun tak ingin ku hadiri. Aku yang biasanya datang tepat waktu tak ku hiraukan jam sudah mengarah kemana, mataku juga seperti tidak ada guna di kompres.
Seharian di kerjaan, pekerjaan ku tak beres. Mengambil darah satu orang hingga satu jam. Banyak spuit yang terbuang, tidak peduli apa yng sudah ku lakukan terhadap pasien aku hanya ingin sendiri tapi ku paksa diriku untuk melanjutkan kerjaanku.

Di laboratorium yang biasnya aku paling ribut, aku hanya diam dan tak ingin diajak bicara. Aku ingin sendiri. Aku ingin ke tempat yang membuat tenang, aku tak ingin balik ke kost ku melihat kertas itu.


Ketika suatu hal yang ku genggam terlepas dari tanagnku, seakan semua hilang dariku. Seakan tanganku tak bisa menggemgam suau hal untuk diriku.
Ku menata hati dengan yang bisa ku lakukan.

Tuhan,,
jika memang bukan saat ini, aku hanay ingin Engkau yang mengambil bagian di hatiku agar tidak lupa akan semua kasih-Mu. Jangan biarkan berlarut kesedihan dan kekecewaan ini. Bila orang tua ku memang menginginkan aku disini, mampukan aku untuk menerima dan tida hanya memikirkan diriku sendiri.

Genggaman yang terlepas itu akan buat untuk menjadi milikukku kembali dengan cara aku melipat tanganku dan datang pada-Mu.

Eki ...
Semangaattttt laaa..
Life must go on baby.
Gb :)

Selasa, 18 Maret 2014

Miss B ?

Bertahan dengan tetap sebuah kata penantian. Kalau terkadang memikirkan hal yang mebuat pusing adalah saat dimana tidak tahu sama sekali tentang dirinya, bagaimana keadaannya dan apa yang sedang dilakukannya. Sudah sebulan lebih dengan tidak adanya kabar di FB (hanya melalui ini ku tahu keadaannya). Bahkan dengan segenapa hati ku percaya dan ku mengatakan pada diri sendiri bahwa mungkin aku sedang di uji. Apapun yang sedang dia lakukan semoga baik - baik saja dan tetap dalam lindungan Tuhan. Perasaan ku padanya pun serasa semakin teruji. Inilah yang ku yakini. Tapi bagaimana dengan endingnya nanti? Aku juga tidak tahu. Di dalam doaku ku sebutkan namanya dan tetap mengharapkan bahwa perasaan ini bukanlah karena keinginanku yang besar untuk memiliki/menjadikan dia sebagai pendamping hidupku tapi karena Tuhan yang menghendakinya dan ada alasan kelak bila dia memang Tuhan kehendaki untuk bersamaku.

Aku merindukannya,,itu sudah sangat pasti dan di dalam doaku pada-Nya ku sebutkan demikian. Tapi ku ingin mengikuti apapun yang sedang Tuhan ijinkan terjadi hingga saat ini. Jika dia tak update status pun selama itu yang Tuhan kehendaki, bantu aku untuk tunduk dan taat pada setiap jalan-Mu.

Apapun dan dimanapun yang dia berada saat ini aku memohon agar Engkau ya Tuhan yang menyertai. Jika Engkau menghendaki, tanamkan rasa cinta dihatinya untukku seperti yang Engkau tanamkan dihatiku untuknya. Jadilah pemandu dalam kisah cinta yang hampir bisa di bilang membingungkan ini ya Tuhan. Bukan kehendakku tapi kehendak-Mu Tuhan. Dan apapun itu, Engkaulah yang juga akan selalu menyertaiku di dalam penantianku ini.

Ya atau Tidak...
Aku menunggu dengan penuh keyakinan pada-Mu Tuhanku.

Really miss hin :)
I Love You Jesus.

Sabtu, 15 Maret 2014

Senin, 10 Maret 2014

Bukan Hal yang Sengaja

Di sudut kamar, ku tutup mataku. Mencoba mengingat banyak kejadian yang sudah terjadi. Apapun itu, tak terasa air mata ku jatuh juga. Ku ingat diriku yang sering mengeluh tentang banyak hal dalam hidupku. Hal yang paling menyedihkan adalah tidak adanya tempat berbagi bagiku untuk banyak hal. Ku ingat banyaknya kelemahan dalam diriku hingga semakin membuat frustasi.

Hari ini aku menonton a movie action judulnya Cat Women dimana pemain utamanya mungkin hampir sama denganku. Tersingkir dari lingkungan, tidak mempunyai teman dan mungkin pacar. Hingga akhirnya dia meninggal dan seekor kucing yang memberi dia kekuatan untuk hidup kembali. Dan melakukan banyak hal yang tak pernah mungkin di pikirkan dia sama sekali. Bahkan ada seorang pria yang menyukai dia yang bahkan sebelum kejadian itu pun mungkin sudah punya rasa sama dia, hingga si cewek akhirnya menyadari hal itu ketika mereka tak mungkin bersama.
Lalu aku berpikir, apa gunanya bila dapat semua tapi terlepasa dari orang yang kita cintai?
Kemudian ku putuskan agar hal seperti itu tidak terjadi padaku.

Ada banyak orang yang muncul dalam hidup yang mungkin tanpa sengaja. Begitulah aku mengartikan pertemuanku dengan seseorang yang akhirnya menjadi temanku. Dia menemaniku, bercerita tentang banyak dan aku menjadi pendengar yang baik padanya. Dia begitu ceria, seakan semua kebahagiaan ada di genggaman tangannya. Suatu ketika dia bertanya " Apa hal yang paling membuatmu bahagia?". Ku cari jawaban yang membuatnya enak dengan jawabanku karna bagiku tidak ada hal yang bahagia. "Jalan - jalan", jawabku. Dia menghela nafas begitu panjang hingga membuatku memberi ekspresi aneh, apa dia tidak suka dengan jawabanku, pikirku.
"Kalau bagiku, hal yang paling menyenangkan itu adalah ketika aku tau bersyukur dan selalu bersyukur untuk setiap saatnya" sahutnya sambil tersenyum lepas.
Aku tak ingin membahas hal itu karena tak ingin mengerti apa maksudnya karena itu hal yang bodoh. Karena tidak ada orang di dunia ini yang mengucap syukur bila semua keinginannya tidak terpenuhi.
"Aku bersyukur ketika aku makan, aku bersyukur ketika ada banyak masalah yang datang, aku bersyukur ketika hujan turun, ketika musim kemarau datang, ketika semua keinginanku tidak terpenuhi, ketika aku harus menangis, ketika aku sakit dan sehat, ketika aku bisa menerima sesuatu yang yang diluar kendaliku, ketika aku bertemu denganmu dan masih banyak lagi. Kamu tahu kenapa?"

Apa yang sedang dia bicarakan?
"Tuhanlah jawabannya. Kalau hari ini kamu sakit, seakan semua terampas dari tanganmu, datang pada-Nya, akui semua yang sedang kamu alami. Ada banyak hal di dunia ini yang membuat kita untuk mengeluh tapi tanpa kita sadari Tuhan dapat menjadikan hal itu untuk kita dapat mengucap syukur", lanjutnya.

"Kamu hanya perlu datang pada-Nya, percaya pada-Nya dan mohonkan agar Dia masuk dalam hatimu agar disini (dia mencubit wajahku) selalu ada senyum. Sepertinya kamu butuh obat dech !!"

Hari selanjutnya dia membawaku ke dalam sebuah persekutuan yang tak ingin ku datangi, lalu aku dengan perasaan terpaksa aku akhirnya ikut. sesampai disana, wajah semua orang begitu indah dengan senyum yang indah di wajah mereka, menyambut kedatangan kami dengan gembira.
Saat seseorang berdoa, mungkin karena untuk keakraban mereka dan aku saling bergandengan tangan.
Ada hal yang mebuatku merinding dan seakan ada sesuatu yang menyentuhku dengan penuh kasih yang belum pernah ku rasakan sebelumnya.
Seorang yang berdoa itu mengatakan " Jika kebahagiaan seakan terampas dari hidup kami, kami menyadari sepenuhnya Ya Tuhan bahwa segala sesuatunya berasal dari-Mu, oleh sebab itu biarlah hati kami tetap di hiburkan oleh kasih-Mu karena itulah hal yang paling penting dan yang kami perlukan bukan apa yang ada di dunia ini tapi yang ada pada-Mu".

Pulang dengan ceria dan akhirnya aku mengikuti kelompok kecil dalam persekutuan kami. Bukan hal yang sengaja ada banyak kejadian dan orang yang hadir dalam hidupmu.
Datang dan nyatakan semuanya kepada Dia yang telah memberimu hidup.
Semangat :D

Tuhan Yesus memberkati.